Biodata Abdel Achrian




Biodata


Nama Lengkap : Abdel Achrian

Nama Beken : Abdel

Tempat Lahir : Jakarta-Indonesia

Tanggal Lahir : 27-September-1970

Profesi : Aktor komedian

Tinggi Badan : 173 cm

Berat Badan : 65 kg

Agama : Islam

Zodiak : Libra

Kebangsaan : Indonesia

Hobi : Membaca, Bersantai

Warna Rambut : Hitam

Warna Mata : Hitam

Makanan Favorit : Gado-gado, Nasi goreng

Minuman Favorit : Air putih cukup

Warna Favorit : Putih, Hitam

Awal Karir : Menjadi penyiar Radio Suara Karya (SK)

Baca Juga Si Sexy Dinar Candy



Biografi


Biodata Abdel Achrian - Siapa sangka sang komedian yang bernama Abdel Achrian ini pernah terjerat di dalam lingkaran narkoba. Bahkan sampai saat ini pun ia masih dalam tahap pengawasan oleh keluarganya. Bagaimanakah kisahnya? Awal mulanya selebritis yang berprofesi sebagai aktor komedian ini yang berkelahiran pada tanggal 27 bulan September tahun 1970 tersebut saat mengenal pertama kali ekstasi maupun inex, "Pas saat sedang gembar-gembornya barang haram tersebut, ada yang pernah nawarin putaw dan orang masih belum ngeh. Lalu kemudian coba-coba memakainya deh," ujar Abdel.

Tak sampai dalam hitungan bulan, Abdel Achrian telah kecanduan sama putaw. "Seseorang yang sudah pernah pakai putaw dipastikan ia tak pakai apa-apa lagi soalnya nggak ada yang bakal nandingin enaknya. Jika nggak enak pastinya tak ada orang yang pakai barang tersebut" Katanya lagi. Seja saat itulah, ia mulai diperbudak sama putaw. Perlahan namun tapi pasti, kehidupannya kini mulai berantakan dan begitu juga dengan karir dirinya. Beliau pertama kali karir saat ia menjadi penyiar radio SK, ia bekerja di radio tersebut saat setelah lulus dari SMA-nya pada tahun 1989 dan bahkan ia sambil bekerja dan juga sambil kuliah.

Singkat cerita kini Abdel Achrian terbebas dari jeratan tersebut dan kini akhirnya nama dirinya melejit kembali saat membintangi film yang sekarang ia jalani yakni "Tukang Bubur Naik Haji The Series", ia berperan sebagai saudara dari emak haji, ia tinggal dirumah emak haji yang diperankan oleh Nani Wijaya bersama istrinya si Ncun beserta anak-anaknya. Ia disitu berjualan obat herbal, tempatnya disamping warung bubur emak haji. Terkadang jika banyak pelanggan yang pada datang ke tokonya ia sering kali dibantu oleh Mang Ojo yang diperankan oleh Salim Bungsu. Nah, biar jelas tentang profil lengkapnya Abdel lihat saja dibawahnya:


Tanpa Audisi


Meski perubahan banyak terjadi pada dua sahabat ini, termasuk dari segi finansial, ada pula yang tetap berlangsung, yaitu saling mengunjungi nyaris setiap hari. "Dari dulu gaya hidup kami sudah begitu. Kalau saya enggak ada di rumah, paling di rumah Temon. Begitu juga sebaliknya. Jadi, keluarga juga sudah tahu dan sudah maklum," papar Abdel, ayah dari dua anak. Sedangkan Temon memiliki 5 anak dari tiga kali menikah.

Abdel dan Temon sama-sama mengawali karier sebagai penyiar Radio SK. Abdel mulai tahun 1989, Temon menyusul tiga tahun kemudian. "Tapi baru di tahun 1993, kami disatukan dalam satu program." Kolaborasi itu berjalan baik karena dua orang ini sudah sejak remaja suka ngebanyol. "Kalau orang lain bakatnya gemuk, kami, mah, bakatnya usil. Apalagi, kalau di SK, setiap penyiar harus punya anekdot sendiri dan harus kreatif menciptakan sebuah cerita. Kayak story telling-lah," ujar Abdel.

Selama menjadi penyiar, setiap hari Abdel dan Temon harus mengasah otak untuk terus menelurkan banyolan-banyolan baru. Maklum, dalam waktu siaran yang berdurasi satu jam, keduanya harus melontarkan 3 cerita lucu yang berbeda dan orisinal. Dari dunia radio, keduanya mulai dikenal masyarakat. Adbel dan Temon pun masuk dunia MC. Belakangan, mereka ikut acara Supersoulmate di Indosiar. "Tak lama setelah itu, dapat tawaran dari Multivision. Acaranya, sih, sudah ada sejak lama, tapi kebetulan mereka belum ketemu artis pendukung yang pas. Waktu ngeliat kami di Super Soulmate, ternyata dianggap memenuhi kriteria. Tanpa proses audisi, langsung dipanggil," ujar Abdel yang kelahiran 27 September 1970.

Tak ada kesulitan berarti bagi Abdel dan Temon untuk bisa menemukan chemistry dalam beradegan. Namun, karena latar belakang sebagai penyiar radio, kadang keduanya lebih merasa kuat secara verbal daripada secara visual. "Sutradara ngebantu banget karena kekuatan kami, kan, di verbal. Nah, untuk visualisasinya, kami belajar banyak pada sutradara, Bang Muchyar. Dari ekspresi marah, jatuh, ketawa, semua kami pelajari di lokasi," papar Temon.


Tak Pernah Pas


Nyaris selalu bersama dalam setiap kesempatan, tak jarang Abdel dan Temon harus merasakan gesekan-gesekan kecil dalam persahabatan mereka. Jika itu terjadi, biasanya Abdel yang lebih banyak mengalah dan menyesuaikan diri. "Saya, kan, sudah belasan tahun sama Temon, jadi tahu kapan mood dia jelek. Walaupun di mata orang lain mungkin enggak kelihatan, tapi saya bisa lihat. Saya juga suka agak berat memperbaiki mood dia, tapi bisalah," ujar Abdel.

Tak hanya urusan mood, kadang masalah kepentingan pribadi juga kerap membuat keduanya bertikai. Namun karena persahabatan, semua masalah selalu bisa terselesaikan dengan baik. "Ada istilahnya, kalau enggak ada Temon, ada yang kurang, tapi kalau ada Temon, ada yang lebih. Jadi, sebenarnya enggak pernah pas," canda Abdel. Kini Abdel dan Temon tengah meniti ke puncak sukses dengan modal dasar perhabatan yang amat kuat. Ngomong-ngomong, bagaimana masing-masing menggambarkan diri mereka berdua? "Gila abiss.." jawab Temon setengah berteriak. Sementara Abdel menjawab, "Kalau saya, cukup satu kata, jenaka!"|TABLOIDNOVA.COM|

Referensi

https://mengenalbiodatatokoh.blogspot.com/2015/01/biodata-abdel-achrian-lepas-dari.html

http://info-selebindo.blogspot.com/2011/01/profil-abdel-dan-temon.html



0 Comments

Post a Comment