Sejarah Cagliari Calcio

Sejarah Cagliari Calcio

                                             


Biodata 


Nama Lengkap: Cagliari Calcio

Didirikan: 1920

Stadion: Stadio Sant'Elia (Kapasitas: 16.000 kursi)

Kota Asal: Cagliari

Presiden: Tommaso Giulini

Pelatih: Massimo Rastelli

Julukan: Rossoblu (Merah-biru), Isolani (Penghuni Pulau), Sardi (Orang-orang Sardinia), Casteddu (Nama Orang-orang Sardinia untuk Cagliari)

Debut Kompetisi Serie A: 1964/1965

Jumlah Tampil di Serie A:u 37 Musim

Gelar Scudetto Serie A: 1 (1969/1970)
 Biografi Chris Martin

Biografi Chris Martin



                                       


Biodata


Nama Populer: Chris Martin

Nama lahir: Christopher Anthony John Martin

Tanggal Lahir: 02 Maret 1977

Tempat Lahir: Exeter , Devon

Negara: Inggris

Pendidikan: Hylton School, Catherdal School, Sherborne School

Agama: Katolik, Atheis

Zodiac : Pisces

Warna Mata: Biru

Warna Rambut: Pirang
PSS Sleman PSS SlemanPSS Sleman you

PSS Sleman PSS SlemanPSS Sleman you



                         

Inilah Tim kebanggaan saya (PSS). Perserikatan Sepak bola Sleman (biasa disingkat PSS) merupakan sebuah tim sepak bola yang berbasis di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Tim yang didirikan pada 20 mei 1976 ini merupakan salah satu tim sepakbola yang disegani di Indonesia dan memiliki julukan sebagai tim Super Elang Jawa atau Super Elja. Tim ini juga sering disebut dengan julukan Laskar Sembada. Saat ini PSS bermain di Divisi Satu dalam sebuah kompetisi sepakbola Indonesia. Prestasi tertingginya dalam kompetisi Liga Indonesia adalah dua tahun berturut-turut menempati empat besar pada Divisi Utama Liga Indonesia 2003 dan Divisi Utama Liga Indonesia 2004 . Stadion utama mereka adalah Stadion Maguwoharjo , dan menggunakan Stadion Tridadi sebagai stadion kedua.

Perserikatan Sepakbola Sleman (PSS) lahir pada Kamis Kliwon tanggal 20 mei 1976 semasa periode kepemimpinan Bupati Drs. KRT. Suyoto Projosuyoto. Lima tokoh yang membidani kelahiran PSS adalah H. Suryo Saryono, Sugiarto SY, Subardi, Sudarsono KH, dan Hartadi. PSS didirikan pada awalnya hanya mereka senang dengan sepakbola. Dengan sepakbola mereka yakin akan menambah teman, meningkatkan persaudaraan dan tentu saja dengan sendirinya meningkatkan persatuan dan kesatuan masyarakat Kabupaten Sleman. Lahirnya PSS dilatar belakangi bahwa pada waktu itu di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) baru ada dua perserikatan yaitu PSIM Yogyakarta dan Persiba Bantul.

Keinginan masyarakat yang kuat di Kabupaten Sleman untuk memiliki perserikatan klub sepak bola akhirnya mulai terwujud dengan adanya informasi yang disampaikan oleh Komda PSSI DIY pada waktu itu (Prof. Dr. Sardjono) yang menyatakan bahwa syarat untuk membentuk perserikatan sepak bola minimal harus ada lima klub. Di Kabupaten Sleman pada waktu itu sudah ada lima klub yaitu PS Mlati, AMS Seyegan, PSK Kalasan, Godean Putra dan PSKS Sleman. Akhirnya, tepat pada tanggal 20 mei 1976, PSS dibentuk dengan Ketua Umum Gafar Anwar (seorang polisi).


Sejarah Slemania


PSS pernah mendapat sanksi dari Perserikatan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk menggelar pertandingan tanpa penonton sebagai akibat dari pemukulan yang dilakukan oleh suporter saat PSS masih berlaga di Divisi I Liga Indonesia. Meski setelah PSS mengajukan banding, akhirnya hukuman tersebut diganti dengan hukuman percobaan dan denda, tapi perilaku suporter tersebut dinilai merugikan tim yang dibelanya. Oleh karena itu pengurus PSS dan beberapa tokoh suporter kemudian berinisiatif membentuk kelompok suporter sebagai langkah untuk menertibkan dan mengendalikan suporter PSS. Proses pembentukan dimulai dengan diadakannya rapat yang diselenggarakan pada 9 Desember 2000 di Griya Kedaulatan Rakyat yang diikuti oleh tokoh-tokoh suporter. Rapat tersebut akhirnya memutuskan digelarnya "Sayembara Nama Wadah Suporter PSS". Adapun ketentuan sayembara tersebut adalah bersifat terbuka, dengan syarat nama yang diusulkan mudah dikenal dan diingat, membangkitkan semangat, mampu mempersatukan semua pendukung PSS, dan maksimal terdiri dari dua suku kata.

Panitia sayembara diketuai oleh Ir.Trimurti Wahyu Wibowo, berlangsung dari tanggal 11-22 Desember 2000, dengan tempat pengumpulan hasil sayembara berada di kantor redaksi Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat. Panitia Sayembara bersama pengurus PSS yang nantinya akan menentukan nama yang dipilih.

Berbagai usulan nama datang dari masyarakat, diantaranya adalah Slemania, Slemanisti (Sleman Mania Sejati), Baladamania (Barisan Pecinta Laskar Sembada), Papesanda (Pasukan Pendukung Laskar Sembada), Lambada (Laskar Sleman Sembada), Patram (Pasukan Putra Merapi), Mapals (Masyarakat Pandemen Laskar Sembada), Korpels (Korps Pendukung Laskar Sembada), Pedati (Pendukung Laskar Sembada Sejati), Pansus (Pasukan Suporter Sleman Mania), Laksamana (Laskar Sleman Mania), dan Kalimasada (Keluarga Liga Sleman Sembada). Total terkumpul 1483 kartu pos, dan 196 surat yang mengikuti sayembara tersebut.

Dari sekian banyak peserta sayembara, sebanyak 103 peserta mengusulkan nama Slemania, yang kemudian pada tanggal 22 Desember 2000 dipilih oleh Panitia dan Pengurus PSS sebagai nama wadah suporter PSS Sleman. Pada malam itu juga dilakukan pembentukan pengurus dan deklarasi. Sementara undian bagi pemenang sayembara dilakukan pada tanggal 24 Desember 2000 di Stadion Tridadi, yang dimenangkan oleh Supribadi, warga Krapyak Kulon, Sewon, Bantul.

Keberhasilan dan antusiasme dari Slemania merupakan produk dari sebuah tradisi sepakbola yang mengakar dan meluas di segala lapisan masyarakat. Bagi masyarakat Sleman, sepakbola merupakan bagian penting dalam kehidupan sehari-hari mereka. Kultur sepakbola ini dibangun oleh PSS sebagai otoritas sepakbola tertinggi di Sleman, melalui kompetisi lokal yang rutin, disiplin dan bergairah. PSS mampu membangun kompetisi sepakbola secara disiplin, rutin dan ketat sejak pertengahan tahun 1980-an sampai saat ini.

Sebagai wadah suporter klub sepakbola, Slemania bersifat terbuka dalam keanggotaannya. Anggota Slemania tidak hanya warga Sleman tetapi tidak tertutup kemungkinan terdapat anggota Slemania yang berasal dari daerah lainnya di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, bahkan dari luar ptovinsi. Dari latar belakang pendidikan, anggota Slemania sangat beranekaragam dari yang tidak mengenyam bangku sekolah sampai yang menempuh jenjang pendidikan tinggi. Begitu juga dengan latar belakang ekonomi, dimana yang kaya dan yang miskin mewarnai wadah suporter ini.

Sesuai dengan tujuan awalnya, Slemania awalnya ditargetkan sebagai alat kontrol bagi suporter PSS Sleman. Namun kehadiran wadah suporter tersebut akhirnya diharapkan dapat juga membawa sebuah transformasi karakter dari suporter anarki yang merugikan kepentingan tim dan masyarakat umum menjadi suporter atraktif dan kreatif. Ide ini tidak lepas dari momentum fenomena suporter kreatif yang waktu itu melanda dunia suporter sepakbola di tanah air.

Secara kultural pengurus Slemania mengeluarkan beberapa slogan seperti “suporter edan tapi sopan”, dan “100 % Slemania anti anarkhi” sebagai identitas bagi anggota dan organisasi Slemania. Slogan-slogan tersebut kemudian diaplikasikan ke dalam lirik lagu yang biasa dinyanyikan di stadion, dan juga di kaos maupun atribut Slemania. Strategi semacam ini diyakini cukup manjur untuk membangun kebanggaan dan kesadaran anggota Slemania agar menjadi suporter yang anti anarki, sehingga meminimalisasi potensi anarki yang dimiliki anggotanya.

Secara struktural Slemania membentuk organisasi kecil yang disebut laskar Slemania. Laskar biasanya merupakan suatu kelompok kecil yang berbasis di suatu kampung tertentu dengan anggota yang berasal dari wilayah sekitar kampung tersebut. Laskar-laskar tersebut memiliki ketua laskar yang salah satu tugasnya adalah mengkoordinasikan sekitar 20-100 anggota laskarnya baik dalam pembelian tiket, penempatan di stadion, perilaku di dalam stadion dan lain-lain. Secara tidak langsung, keberadaan laskar merupakan proses pembagian kekuasaan dalam sebuah organisasi massa seperti Slemania dan juga merupakan upaya kontrol terhadap anggota Slemania. Selain laskar, Slemania juga membentuk Slemanona, sebuah wadah khusus yang digunakan untuk meningkatkan peran suporter perempuan baik secara kualitas dan kuantitas. Slemanona dideklarasikan pada tanggal 15 Maret 2003 di Stadion Mandala Krida. Nama Slemanona seperti halnya Slemania kemudian menjadi identitas personal yang melekat pada diri anggota-anggotanya.

Secara struktur organisasi, Slemania masih mencari format dan struktur yang tepat. Setelah dideklarasikan, kepengurusan dibentuk dari sejumlah tokoh suporter di Sleman. Ketua Slemania yang pertama adalah Ir. Trimurti Wahyu Wibowo, dengan didampingi oleh Bintarto, Kuncoro, dan Topas Sumpono sebagai Wakil Ketua. Ketua terpilih dalam menjalankan tugasnya dibantu oleh susunan pengurus pusat dan koordinator wilayah. Pada awal berdirinya struktur kepengurusan Slemania masih sederhana yaitu terdiri dari jabatan ketua, sekretaris, bendahara, dan beberapa departemen seperti Humas, Transportasi, Keamanan, dan Akomodasi.

Dua tahun kemudian, tepatnya tanggal 3 Desember 2002, struktur kepengurusan yang baru dibentuk melalui Musyawarah Anggota yang diselenggarakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman. Dalam struktur kepengurusan yang baru ini dilakukan penambahan beberapa departemen yaitu Kesekretariatan, Suporter Tamu, Penelitian dan Pengembangan (Litbang) serta Pengembangan Suporter Wanita . Perubahan yang lain juga terjadi di tubuh Slemania, dimana kaum muda dan kalangan mahasiswa mendominasi susunan kepengurusan Slemania yang baru, menggantikan kepengurusan awal yang didominasi oleh tokoh-tokoh suporter sepakbola. Kondisi tersebut terus berlanjut hingga Musyawarah besar Slemania yang diselenggarakan pada 14 Agustus 2005.

Prestasi PSS Sleman

Perserikatan

1979 Divisi ll DIY

1980 Divisi ll DIY peringkat ke-2

1983 Divisi ll DIY Peringkat ke-1

1985 Divisi ll DIY Peringkat ke-1

1986 Divisi ll DIYPeringkat ke-1

1986-1987 Divisi ll DIY Peringkat ke-1

1987-1988 Divisi ll DIYPeringkat ke-1

1989-1990 Divisi ll DIY Peringkat ke-1

1990-1991 Divisi IIA Jateng DIY Peringkat ke-6

1991-1992 Divisi Ill DIY Peringkat ke-1

1993-1994 Divisi II Nasional Delapan Besar (Juara Divisi ll DIY)

Liga Indonesia

1994-1995 Divisi Dua Liga Indonesia 16 Besar Nasional

1995-1996 Divisi Dua Liga Indonesia Promosi ke Divisi Satu Liga Indonesia (Playoff Divisi Satu Liga Indonesia )

1996-1997 Divisi Dua Liga Indonesia 10 besar (Peringkat ke-3 Grup A)

1997-1998 Divisi Dua Liga Indonesia - Kompetisi dihentikan

1998-1999 Divisi Dua Liga Indonesia Peringkat ke-4 Grup II

1999-2000 Divisi Dua Liga Indonesia Promosi ke Divisi Utama (Peringkat ke-2)

2001 Divisi Utama Peringkat ke-10 Grup Timur

2002 Divisi UtamaPeringkat ke-7 Grup Timur

2003 Divisi UtamaPeringkat ke-4

2004 Divisi Utama Peringkat ke-4

2005 Divisi Utama Peringkat ke-7 Wilayah I

2006 Divisi Utama - PSS tidak melanjutkan kompetisi karena adanya bencana gempa bumi di Yogyakarta dan sekitarnya

2007 Divisi Utama Peringkat ke-12 Wilayah Barat

2008-2009 Divisi Utama Peringkat ke-8 Wilayah Timur

2009-2010 Divisi Utama Peringkat ke-10 Grup 3

2010-2011 Divisi UtamaPeringkat ke-10 Grup 3

2011-2012 Divisi Utama Peringkat ke-7 Grup 2

Piala Indonesia

2005 Semifinalis

2006 PSS tidak jadi berkompetisi karena adanya bencana gempa bumi di Yogyakarta dan sekitarnya

2007 32 Besar

2008-2009 52 Besar

2012 40 Besar

Piala Soeratin

2001 Peringkat ke-3

2002 Peringkat ke-4

2008 32 Besar

Referensi


http://suportermilitan.blogspot.com/2012/09/sejarah-slemania.html

http://fendiandriyanto55.blogspot.com/2015/03/sejarah-pss-sleman-inilah-tim.html
Sejarah PSIS Semarang

Sejarah PSIS Semarang

                               

Biodata


Nama Lengkap : Persatuan Sepakbola Indonesia Semarang

Julukan : Laskar Mahesa Jenar

Berdiri : 18 Mei 1932

Stadion : Std. Jatidiri (kapasitas 25.000)

GM : Ferdinand Hindiarto
 Sejarah Singkat Hari Tani Nasional

Sejarah Singkat Hari Tani Nasional


                            


Pernahkah kalian berpikir dari mana sumber makanan yang kalian konsumsi sehari-hari ? Makanan yang disediakan oleh Ibu kamu di meja makan, makanan yang biasa kalian order melalui ojek online, makanan yang kalian konsumsi berdua pacar, atau jus sehat yang kalian minum sehari-hari? Petani! Ya, Petani. Berkat kerja keras dan kegigihan dari Petani kalian bisa mendapatkan makanan enak yang kalian konsumsi sehari-hari.

Tanpa kenal lelah, Petani terus bekerja keras dan berusaha untuk menyediakan bahan pangan berkualitas yang bisa kalian konsumsi. Mulai dari teriknya panas matahari, mencangkul ladang hingga memanen hasil merupakan akumulasi dari proses panjang sebuah produk pertanian. Tapi, apakah kalian tahu bahwa ada hari khusus untuk memperingati perjuangan para petani kita? Hari Tani Nasional, yang jatuh tiap tanggal 24 September.

Hari Tani Nasional ini sendiri muncul karena, terciptanya Undang-Undang Nomor 5 tahun 1960 tentang dasar pokok-pokok agraria atau UUPA (Undang-Undang Pokok Agraria). Pada tahun 1948, Ibu Kota negara Indonesia masih berkedudukan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Saat itu pula, terbentuk juga Panitia Agraria Yogya yang menggodok program program serta rancangan dari UUPA tersebut.
 Biografi Alex Noerdin

Biografi Alex Noerdin



                           


Alex Noerdin (lahir di Palembang, Sumatera Selatan, 9 September 1950; umur 61 tahun) adalah Gubernur Sumatera Selatan sejak 7 November 2008. Sebelumnya ia menjabat Bupati Musi Banyuasin selama 2 periode berturut-turut (2001-2006 dan 2007-2012). Pada tanggal 14 Juni 2008, dalam periode kedua masa jabatannya, ia mengundurkan diri terkait dengan pencalonan dirinya sebagai Gubernur Sumatera Sumatera Selatan dalam Pilkada Sumatera Selatan periode 2008-2013.[1]

Berdasarkan riwayat pendidikannya, pria peraih dua gelar sarjana (S1) yakni masing-masing dari Universitas Triksakti (1980) dan Universitas Atmajaya (1981) ini, tergolong sebagai sosok yang sukses dalam mengenyam pendidikan. Bahkan memiliki motivasi belajar yang tinggi meski harus menimba ilmu hingga ke luar negeri.
Biografi dan Karir Tukul Arwana

Biografi dan Karir Tukul Arwana

                                 


Nama Tukul sebenarnya memiliki cerita. Sewaktu lahir namanya adalah Riyanto. Tukul sewaktu kecil sering sakit sehingga ia ditambahkan nama depan Tukul dan di kehidupan sehari-harinya ia dipanggil Tukul, sehingga namanya menjadi Tukul Riyanto. Semenjak namanya ada perubahan Tukul sudah jarang mengalami sakit. Ia diangkat oleh tetangganya menjadi anak angkatnya. Nama orantua angkat Tukul adalah Suwandi. Nama Arwana merupakan pemberian dari temannya yang bernama Tony Q Rastafara yang mengajaknya hijrah ke Jakarta. Nama tersebut dimaksudkan agar Tukul bisa menjadi orang kaya, karena ikan arwana banyak dipelihara orang kaya.

Tukul adalah seorang pelawak, aktor dan presenter berkebangsaan Indonesia. Ia lahir di Purwosari, Semarang Utara pada tanggal 16 Oktober 1963. Perjalanan hidup Tukul sungguh amat panjang. Ia menggemari melawak sejak ia duduk di kelas 6 SD. Ia mengikuti segala bentuk lomba di bidang lawak. Ia sering menjuarai perlombaan lawak tersebut. Hidup Tukul sangat memprihatinkan ketika ia menduduki kelas 3 SMP, orang tua angkat Tukul mengalami kesulitan ekonomi. Puncaknya ketika ia SMA ia sulit membayar uang sekolahnya. Tukul pun mulai bekerja.
Biografi Ivan Gunawan

Biografi Ivan Gunawan

                                


Biodata


Nama Lengkap : Ivan Gunawan Putra

Nama Populer : Ivan Gunawan

Tempat Lahir : Jakarta, Indonesia

Tanggal Lahir : 31 Desember 1981

Zodiak : Capicorn

Profesi : aktor, desainer, komedian, pembawa acara, komentator

Tinggi Badan : 185 cm