Biografi Susi Pudjiastuti


                         



Biodata


Nama : Susi Pudjiastuti

Tempat/Tgl Lahir : 15 Januari 1965, Pangandaran

Pekerjaan : Menteri Kelautan dan Perikanan

Pendidikan : Usia 17 tahun keluar dari SMA ( Tidak Lulus SMA )

Suami : Christian von Strombeck

Biografi


Memulai usaha di bidang perikanan, tepatnya di daerah pangandaran, di awal - awalnya berbisnis Susi berpikir bahwa dengan berijasah SMP bisa jadi apa? maka dengan tekad yang kuat dia pun berjualan keliling kota Pangandaran dengan menggunakan sepeda motor, beliau menjual bed cover, baju, hingga berbagai produk alam hasil bumi seperti cengkeh.

Dikala berkeliling menjajakan barang dagangannya tersebut Susi pun mendapat inspirasi kalau sebenarnya potensi paling besar di kota Pangandaran adalah produk lautnya yakni perikanan.

"Mulailah saya pengen jualan ikan karena setiap hari lihat ratusan nelayan," tuturnya. Di tahun 1983, berbekal Rp.750 ribu hasil penjualan perhiasan berupa gelang, kalung serta cincin miliknya, Susi mengikuti jejak para wanita Pangandaran menjadi bakul ikan. Tiap pagi di jam- jam tertentu, dia nimbrung bareng yang lain untuk berkurumun di TPI (tempat pelelangan ikan).

"Pada hari pertama, saya hanya dapat 1 kilogram ikan, dibeli sebuah resto kecil kenalan saya," kengangnya.

Dengan berbekal keinginan untuk maju Susi pun terus berupaya menjual ikan pangandaran ke berbagai daerah, hingga ke Jakarta pun diusahakannya demi mendapatkan pelanggan yang lebih banyak.

Jika ada pengiriman ikan ke Jakarta maka Susi harus menyewa Mobil Truk pengangkut ikan dan diisi dengan es batu agar ikannya segar, dan demikian Susi sering menyewa mobil dengan es pendingin hingga akhirnya dia pun bisa memiliki Mobil Trukd dilengkapi es pendingin sendiri.

Beliaupun menjadi salah satu juragan perikanan yang dikenal masyarakan luas di berbagai daerah di Indonesia maupun di Negeri Orang, Hongkong, Jepang, dan Asia Lainnya.

Wanita pengagum tokoh Semar dalam pewayangan mengaku telah tiga kali menikah. Tapi, biduk yang telah dia arungi bersama ketiga suaminya tak sebiru laut Pangandaran. Semua karam. Dari suaminya yang terakhirlah, Christian von Strombeck, sang Wonder Woman ini mendapat inspirasi untuk mengembangkan bisnis penerbangan.


Awal Bisnis Penerbangan


Ketika itu dia berkenalan dengan seorang ekspatriat Cristian Von Strombeck, seorang lelaki berwarga negara prancis yang sering makan alias bertandang di restoran Hilmans milik Susi. Berawal dari percakapan atau perkenalan biasaa Susi pun akhirnya dilamar oleh lelaki yang berprofei sebagai Engineer Pesawat di PT Dirgantara Indonesia ini.

Bersama Cristian, Susi berimajinasi bagaimana caranya supaya ikan - ikan hasil tangkapan nelayan dari laut ini bisa sampai di Jakarta atau di kota tujuan dengan cepat supaya ikan tersebut terlihat masih segar, karena ikan yang segar merupakan ikan yang paling banyak diminati di pasaran.

Satu- satunya jalan, lanjut Susi, ialah mendirikan landasan- landasan pesawat di desa- desa nelayan tersebut. "Jadi, tangkap ikan hari ini, sorenya sudah bisa dibawa ke Jakarta. Kan cuma sejam," tegas ibu tiga anak dan satu cucu tersebut.

Bayangkan waktu sembilan jam di darat dengan satu jam, sembilan jam pastilah membuat ikan- ikan ini mati. Mau pake es? Beda nilainya, kita tau sendiri ikan dinilai dari tingkat kesegarannya. Jika mati, ujar Susi, harga ikan setiapnya bisa jadi anjlok setengahnya.

"Kami mulai masukin business plan ke perbankan pada 2000, tapi nggak laku. Diketawain sama orang bank dan dianggap gila." terang Susi.

"Mau beli pesawat USD 2 juta, bagaimana ikan sama udang bisa bayar?", ujar Susi melanjutkan.

Karena melihat potensi ini sangat besar dan sangat diinginkan oleh beliau, maka susi pun terus berupaya untuk mengumpulkan uang dari hasil usaha ikan dan udangnya, tapi apa boleh buat harus menunggu lama untuk bisa membeli pesawat seharga jutaan dollar.


Dipercaya Oleh Bank Mandiri


Barulah pada 2004, Bank Mandiri percaya kepada business plan beliau dan memberi pinjaman sebesar USD 4,7 juta (sekitar Rp 47 miliar) untuk membangun landasan, serta membeli dua pesawat Cessna Grand Caravan. Namun apa yang terjadi, baru sebulan dipakai, terjadi bencana tsunami di Aceh."Tanggal 27 kami berangkatkan satu pesawat untuk bantu. Itu jadi pesawat pertama yang mendarat di Meulaboh. Tanggal 28 kami masuk satu lagi. Kami bawa beras, mi instan, air dan tenda-tenda," ungkapnya.


Bisnis


Setelah tidak lagi bersekolah, dengan modal Rp750 ribu hasil menjual perhiasan, pada 1983 Susi mengawali profesi sebagai pengepul ikan di Pangandaran. Bisnisnya terus berkembang, dan pada 1996 Susi mendirikan pabrik pengolahan ikan PT ASI Pudjiastuti Marine Product dengan produk unggulan berupa lobster dengan merek “Susi Brand”. Ketika bisnis pengolahan ikannya meluas dengan pasar hingga ke Asia dan Amerika, Susi memerlukan sarana transportasi udara yang dapat dengan cepat mengangkut lobster, ikan, dan hasil laut lain kepada pembeli dalam keadaan masih segar.

Pada 2004, Susi memutuskan membeli sebuah Cessna Caravan seharga Rp20 miliar menggunakan pinjaman bank. Melalui PT ASI Pudjiastuti Aviation yang ia dirikan kemudian, satu-satunya pesawat yang ia miliki itu ia gunakan untuk mengangkut lobster dan ikan segar tangkapan nelayan di berbagai pantai di Indonesia ke pasar Jakarta dan Jepang. Call sign yang digunakan Cessna itu adalah Susi Air. Dua hari setelah gempa tektonik dan tsunami Aceh melanda Aceh dan pantai barat Sumatera pada 26 Desember 2004, Cessna Susi adalah pesawat pertama yang berhasil mencapai lokasi bencana untuk mendistribusikan bantuan kepada para korban yang berada di daerah terisolasi. Peristiwa itu mengubah arah bisnis Susi. Di saat bisnis perikanan mulai merosot, Susi menyewakan pesawatnya itu yang semula digunakan untuk mengangkut hasil laut untuk misi kemanusiaan. Selama tiga tahun berjalan, maka perusahaan penerbangan ini semakin berkembang hingga memiliki 14 pesawat, ada 4 di Papua, 4 pesawat di Balikpapan, Jawa dan Sumatera. Perusahaannya memiliki 32 pesawat Cessna Grand Caravan, 9 pesawat Pilatus Porter, 1 pesawat Diamond star dan 1 buah pesawat Diamond Twin star. Sekarang Susi Air memiliki 49 dan mengoperasikan 50 pesawat terbang beragam jenis.


Penghargaan


Pelopor Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat tahun 2004

Young Entrepreneur of the Year dari Ernst and Young Indonesia tahun 2005

Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprise Exporter 2005 dari Presiden Republik Indonesia. Tahun 2006

Metro TV Award for Economics-2006,

Inspiring Woman 2005 dan Eagle Award 2006 dari Metro TV, Indonesia

Berprestasi Award dari PT Exelcomindo

Sofyan Ilyas Award dari Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2009

Ganesha Widyajasa Aditama Award dari ITB, 2011

Award for Innovative Achievements, Extraordinary Leadership and Significant Contributions to the Economy, APEC, 2011

Tokoh Wanita Inspiratif Penggerak Pembangunan, dari Gubernur Jawa Barat, 2008

Pada tahun 2008, ia mengembangkan bisnis aviasinya dengan membuka sekolah pilot Susi Flying School melalui PT ASI Pudjiastuti Flying School. Pada Minggu, 26 Oktober 2014, dalam pengumuman Kabinet Kerja Pemerintahan Jokowi-JK Ibu Susi Pudjiastuti ditetapkan oleh Presiden RI Joko Widodo menjadi Menteri Kelautan dan Perikana

Referensi


https://biografitokohinspiratif.blogspot.com/2014/10/biografi-susi-pudjiastuti-pengusaha-ikan-jadi-menteri.html

https://biografi-tokoh-ternama.blogspot.com/2014/11/biografi-susi-pudjiastuti-menteri-kelautan-dan-perikanan-ke-6.html



0 Comments

Post a Comment