Biografi Colin Powell - Menteri Luar Negeri AS ke-65

Biografi Colin Powell - Menteri Luar Negeri AS ke-65




Biografi Biography Biografia Colin Powell - Menteri Luar Negeri AS ke-65Colin Kodesperan Powell (dibaca Ko-lin, lahir di New York City, New York, U.S.A., 5 April 1937; umur 79 tahun) adalah Menteri Luar Negeri AS ke-65 yang dilantik pada 20 Januari 2001. Dia dinominasikan oleh George W. Bush pada 16 Desember 2000 dan dipilih secara mutlak oleh Senat AS. Pengunduran dirinya diterima Presiden pada 12 November 2004 (sebelum dimulainya masa bakti Bush yang kedua), namun Powell masih terus menjabat hingga penggantinya, Condoleezza Rice ditetapkan oleh Senat AS pada 26 Januari 2005. Powell juga pernah menjabat sebagai Penasehat Keamanan Nasional AS (1987-89) dan Ketua Umum Pemimpin Staf AS (1989-93).
 Biografi Alex Noerdin

Biografi Alex Noerdin



                           


Alex Noerdin (lahir di Palembang, Sumatera Selatan, 9 September 1950; umur 61 tahun) adalah Gubernur Sumatera Selatan sejak 7 November 2008. Sebelumnya ia menjabat Bupati Musi Banyuasin selama 2 periode berturut-turut (2001-2006 dan 2007-2012). Pada tanggal 14 Juni 2008, dalam periode kedua masa jabatannya, ia mengundurkan diri terkait dengan pencalonan dirinya sebagai Gubernur Sumatera Sumatera Selatan dalam Pilkada Sumatera Selatan periode 2008-2013.[1]

Berdasarkan riwayat pendidikannya, pria peraih dua gelar sarjana (S1) yakni masing-masing dari Universitas Triksakti (1980) dan Universitas Atmajaya (1981) ini, tergolong sebagai sosok yang sukses dalam mengenyam pendidikan. Bahkan memiliki motivasi belajar yang tinggi meski harus menimba ilmu hingga ke luar negeri.
Biografi Alex Noerdin

Biografi Alex Noerdin

                                         


Alex Noerdin (lahir di Palembang, Sumatera Selatan, 9 September 1950; umur 61 tahun) adalah Gubernur Sumatera Selatan sejak 7 November 2008. Sebelumnya ia menjabat Bupati Musi Banyuasin selama 2 periode berturut-turut (2001-2006 dan 2007-2012). Pada tanggal 14 Juni 2008, dalam periode kedua masa jabatannya, ia mengundurkan diri terkait dengan pencalonan dirinya sebagai Gubernur Sumatera Sumatera Selatan dalam Pilkada Sumatera Selatan periode 2008-2013.

Berdasarkan riwayat pendidikannya, pria peraih dua gelar sarjana (S1) yakni masing-masing dari Universitas Triksakti (1980) dan Universitas Atmajaya (1981) ini, tergolong sebagai sosok yang sukses dalam mengenyam pendidikan. Bahkan memiliki motivasi belajar yang tinggi meski harus menimba ilmu hingga ke luar negeri.
Biodata Kim Jong Un

Biodata Kim Jong Un


                            

Kim Jong Un merupakan Pemimpin Tertinggi Korea Utara yang menjawat sejak 17 Desember 2011 hingga saat ini. Merupakan pemimpin pertama yang berkuasa sejak Korea Utara berdiri, Kim mendapat julukan sebagai "Penerus Agung" dari stesen televisi negara. Majalah Forbes menobatkan Kim sebagai salah satu orang paling berpengaruh di dunia pada 2013. Setara dengan dua tokoh Korea Selatan (Korsel), Ban Ki-moon dan Lee Kun-hee. Dilansir dari berbagai sumber, berikut merupakan biografi dari pemimpin yang juga merupakan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Rakyat Korea itu.


1. Masa Kecil Kim Jong Un


Tidak banyak yang diketahui oleh dunia Barat terkait masa kecil Kim. Informasi yang dikumpulkan berasal dari pembelot atau saksi yang mengaku pernah melihatnya.

Dia diyakini lahir pada 8 Januari 1983 menurut penanggalan Korea, dan 1984 berdasarkan data dari Amerika Serikat (AS). Dia merupakan putra kedua dari pemimpin kedua Korut Kim Jong Il dan Ko Yong Hee, seorang penyanyi opera, serta cucu pendiri negeri komunis itu, Kim Il Sung. Berdasarkan pemberitaan media Jepang, dia masuk ke sekolah dekat Bern, Swiss, dengan nama Chol Pak atau Pak Chol pada 1993 hingga 1998.

Setelah itu, Kim masuk sekolah negeri Liebefeld Steinhoelzli yang terletak di Koeniz dengan nama Pak Un antara 1998 hingga 2000. Pejabat Koeniz mengonfirmasi memang ada seorang anak yang bersekolah di sana dan dia merupakan putra dari staf Kedutaan Besar Korut di Bern. Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Kim Jong Il, Pemimpin Tertinggi Kedua Korut Selama bersekolah di Swiss, berbagai laporan menyatakan Kim merupakan siswa yang pemalu,pendiam ketika bersama siswa putri. Namun, dia merupakan anak yang cerdas dengan cita-cita tinggi, dan sangat menyukai permainan bola keranjang. Mantan teman sekelasnya berkata Kim sangat menyukai legenda bola keranjang AS Michael Jordan.

Setelah itu dia kembali ke Pyongyang, dan berkuliah di Universitas Militer Kim Il Sung antara 2002 sampai 2007, dan lulus dengan dua gelar. Sebagai pemuda yang mulai beranjak dewasa, Kim mulai sering menemani sang ayah Kim Jong Il ketika melaksanakan inespeksi militer. Selain itu, dia juga mulai aktif terlibat di dua organisasi tertinggi Korea Utara. Partai Buruh Korea (KWP), serta Biro Politik Jenderal militer Korea Utara



2. Kim Jong Un sebagai Suksesor Pemimpin Tertinggi Korea Utara


Pada 2009, berkembang sebuah spekulasi bahwa Kim dipersiapkan untuk menjadi penganti menggantikan Kim Jong Il memimpin Korut. Adalah saudara tiri Kim, Kim Jong Nam, yang difavoritkan menjadi penerus Kim Jong Il. Namun, sang ayah dikabarkan kecewa pada 2001.

Penyebabnya, Kim Jong Nam tertangkap basah berusaha menyusup ke Jepang menggunakan paspor palsu untuk pergi ke Tokyo Disneyland. Selain itu, dilaporkan KIm Jong Il melihat putra keduanya mempunyai banyak kesamaan dengannya. Antara lain Kim tidak mau mengakui kekalahan.

15 Januari 2009, media Korsel Yonhap memberitakan Kim Jong Il telah mengangkat Kim sebagai suksesornya memimpin Korut. Dia mendapat nama Y?ngmy?ng-han Tongji (Kamerad Cerdas). Kim Jong Il juga telah meminta seluruh staf kedutaan besar untuk setiap kepada putranya. Persiapan baginya menjadi orang nomor satu di Korut dimulai ketika namanya menjadi kandidat anggota Dewan Rakyat Tertinggi.

Pada April 2009, dia mendapat posisi di Komisi Pertahanan Nasional (NDC) dan dua bulan kemudian dia menjadi Kepala Departemen Keamanan Negara. Kemudian September 2010, Kim mendapat pangkat jenderal bintang empat meski dia sama sekali tak punya pengalaman di bidang militer. Momen pelantikan itu terjadi sebelum pertemuan dewan jenderal sejak 1980, di mana saat itu Kim Il Sung mengangkat Kim Jong Il sebagai penerus. Baca juga: Trump Menantikan Pertemuan Baru dengan Kim Jong U


3. Kim Jong Un Pemimpin Tertinggi Korea Utara


Pada 17 Desember 2011 pukul 08.30 waktu setempat, Kim meninggal saat bepergian menggunakan kereta ke luar Pyongyang dengan dugaan akibat serangan jantung. Sejumlah analis memprediksi Kim Jong Un tidak akan segera diangkat sebagai pemimpin mengingat dia masih belum mempunyai pengalaman. Banyak yang menyakini sang paman, Jang Song Thaek, yang bakal bertindak sebagai penerus sementara hingga Kim mempunyai cukup kecakapan. Namun, Kim langsung diangkat sebagai Pemimpin Tertinggi Korut. Sebuah gelar tak resmi yang masih memberikannya kekuasaan di bidang pemerintahan dan militer. Pada April 2012, statusnya dikukuhkan ketika dia mendapat berbagai posisi.

Antara lain Sekretaris Pertama Partai Buruh. Kemudian Chairman Komisi Militer Pusat, dan Chairman NDC yang notabene adalah otoritas birokratik tertinggi di sana. Awal-awal rezim Kim diidentikkan sebagai konsolidasi yang kejam dan percepatan program pengembangan senjata nuklir. Pada Desember 2013, dia mengeksekusi Jang Song Thaek dengan mengatakan dia telah "menyingkirkan sampah dari Partai Buruh".

Padahal, Jang merupakan bagian dari lingkaran dalam Kim Jong Il, dan merupakan salah satu penasihat yang dipercaya olehnya. Eksekusi terhadap Jang sekaligus membuat hubungan Korea Utara dengan China merenggang, karena Jang adalah sosok yang mendekatkan Pyongyang dan Beijing. Kematian Jang diikuti oleh eksekusi terhadap anggota keluarganya lain. Mulai dari anak hingga cucunya demi menghilangkan eksistensi keluarga mereka. O Sang Hon, Wakil Menteri Keamanan merupakan pejabat tinggi lain yang "dibersihkan" pada 2014 karena perannya sebagai pendukung Jang.


4. Peningkatan Senjata Nuklear Salah bawah Kim Jong Un


Salah satu yang menjadi ciri khas rejim Kim adalah kecepatannya dalam mengembangkan program nuklear. Percubaan itu pertama kali dilaksanakan pada Februari 2013. Sejak 2017, Korea Utara sudah melaksanakan enam kali uji coba nuklear. Termasuk ujian bom hidrogen (termonuklir) pada September 2017. Pada Januari 2018, diperkirakan Korut memiliki 15 sampai 60 senjata nuklir, termasuk bom hidrogen, dan rudal balistik jarak jauh Hwasong-15.

Sumber : Kompas

Biografi Fatmawati Soekarno

Biografi Fatmawati Soekarno

                                     

Siapa yang tidak mengenal Fatmawati Soekarno, beliau merupakan Ibu Negara Pertama dari Presiden Pertama Indonesia yaituPresiden Soekarno dan juga dikenal sebagaipenjahit bendera pusaka yang dikibarkan pada saat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.Fatmawati Soekarno lahir pada hari Senin, 5 Pebruari 1923 Pukul 12.00 Siang di Kota Bengkulu, sebagai putri tunggal keluarga H. Hassan Din dan Siti Chadidjah. Masa kecil Fatmawati penuh tantangan dan kesulitan, akibat sistem kolonialisme yang dijalankan oleh Pemerintah Hindia Belanda. Ayahandanya, Hassan Din semula adalah pegawai perusahaan Belanda, Bersomij di Bengkulu. Tetapi karena tidak mau meninggalkan kegiatannya sebagai anggota Muhammadiyah, ia kemudian keluar dari perusahaan itu. Setelah itu, Hassan Din sering berganti usaha dan berpindah ke sejumlah kota di kawasan Sumatera Bagian Selatan.
Biografi Jenderal Besar Soedirman

Biografi Jenderal Besar Soedirman

                                

Jenderal Besar TNI Anumerta Soedirman (lahir di Bodas Karangjati, Purbalingga, Jawa Tengah, 24 Januari 1916 – meninggal di Magelang, Jawa Tengah, 29 Januari 1950 pada umur 34 tahun) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia yang berjuang pada masa Revolusi Nasional Indonesia. Dalam sejarah perjuangan Republik Indonesia, ia dicatat sebagai Panglima dan Jenderal RI yang pertama dan termuda. Saat usia Soedirman 31 tahun ia telah menjadi seorang jenderal. Meski menderita sakit tuberkulosis paru-paru yang parah, ia tetap bergerilya dalam perang pembelaan kemerdekaan RI. Pada tahun 1950 ia wafat karena penyakit tuberkulosis tersebut dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara di Semaki, Yogyakarta. Beliau adalah Pahlawan sejati rela berkorban demi bangsa dan Negara Indonesia, rela mempertaruhkan segalanya demi kemerdekaan Indonesia yang telah kita nikmati kemerdekaan itu sekrang. Semoga segala jasa beliau dan perjuangan beliau dapat kita lanjutkan untuk Indonesia yang lebih baik.

Soedirman dibesarkan dalam lingkungan keluarga sederhana. Ayahnya, Karsid Kartowirodji, adalah seorang pekerja di Pabrik Gula Kalibagor, Banyumas, dan ibunya, Siyem, adalan keturunan Wedana Rembang. Soedirman sejak umur 8 bulan diangkat sebagai anak oleh R. Tjokrosoenaryo, seorang asisten Wedana Rembang yang masih merupakan saudara dari Siyem.
  Biografi Setya Novanto

Biografi Setya Novanto


                                

Setya Novanto sukses menduduki kursi wakil rakyat selam tiga periode berturut-turut. Setya Novanto juga seorang pengusaha sukses yang memiliki banyak perusahaan di Batam serta Jakarta. Dan siapa sangka keberhasilan itu berawal dari garis kemiskinan orang tuanya yang bercerai semenjak dia duduk di bangku Sekolah Dasar.

Bapak murah senyum yang akrab disapa Setya ini memulai perjalanan hidupnya sebagai pengusaha kecil-kecilan ketika dia duduk di bangku kuliah serta hidup terpisah dengan kedua orang tua serta saudaranya. Ia memulai bisnisnya dengan berjualan beras serta madu di Surabaya. Ketika itu, Novanto berusaha untuk menjaga kelangsungan hidup di kota orang agar dapat terus kuliah serta menjadi orang berhasil sebagaimana yang dia citakan.
  Biografi Edhy Prabowo - Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia ke-7

Biografi Edhy Prabowo - Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia ke-7





Edhy Prabowo, S.E., M.M., M.B.A. adalah politikus Indonesia yang berasal dari Partai Gerakan Indonesia Raya. Sejak 23 Oktober 2019, ia menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia pada Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma'ruf. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPR dan Ketua Fraksi Gerindra di MPR RI peridoe 2014 - 2019.
Biografi Gus Miftah Lengkap

Biografi Gus Miftah Lengkap


                           


Sdn hatungun 1 lulus tahun 1995. Diketahui bahwa sebelumnya deddy memeluk agama kristen sebagai kepercayaanya. Maka ingat, suami yang baik akan mendengarkan pendapat istrinya, dan istri yang baik banyak mendapat pendapatan dari suaminya, sambung gus miftah yang disambut kembali gelak tawa dari jokowi. Pemimpin pondok pesantren ora aji itu menasihati aurel dan atta tentang pernikahan. Nama pondok tersebut memiliki filosofinya, yaitu bahwa tak ada seorang pun yang.

Ia pun berdakwah di luar pesantren, baik menghadiri undangan atau tempat binaannya. Perjalanan dakwah gus miftah dimulai. Gus miftah menyebut mendukung atta dan aurel menuju ke jenjang pernikahan di usia yang masih belia. Nama gus miftah kemudian kembali menjadi bahan perbincangan karena beliau akan menuntun presenter sekaligus youtuber deddy corbuzier masuk islam alias menjadi seorang mualaf. Pemimpin pondok pesantren ora aji itu menasihati aurel dan atta tentang pernikahan. Pada tahun 2011, gus miftah mendirikan pondok pesantren ora aji. Nama pondok tersebut memiliki filosofinya, yaitu bahwa tak ada seorang pun yang. Di surabaya, ustadz bernama khoiron syu'iab lebih dulu mempraktikkan metode serupa.
Biografi BJ Habibie Lengkap

Biografi BJ Habibie Lengkap



Masa Muda


Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie atau dikenal sebagai BJ Habibie (73 tahun) merupakan pria Pare-Pare (Sulawesi Selatan) kelahiran 25 Juni 1936. Habibie menjadi Presiden ke-3 Indonesia selama 1.4 tahun dan 2 bulan menjadi Wakil Presiden RI ke-7. Habibie merupakan “blaster” antara orang Jawa [ibunya] dengan orang Makasar/Pare-Pare [ayahnya].

Dimasa kecil, Habibie telah menunjukkan kecerdasan dan semangat tinggi pada ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya Fisika. Selama enam bulan, ia kuliah di Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB), dan dilanjutkan ke Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule – Jerman pada 1955. Dengan dibiayai oleh ibunya, R.A. Tuti Marini Puspowardoyo, Habibie muda menghabiskan 10 tahun untuk menyelesaikan studi S-1 hingga S-3 di Aachen-Jerman.