Biografi Hotman Paris Hutapea

 Biografi Paris Hutapea     Hotman Pari Hutapea lahir di sebuah desa kecil di Tapanuli Utara. Meski berasal dari keluarga yang cukup berada, namun kehidupannya semasa kecil terbilang sederhana meski bersahaja. Karena sejak kecil, kedua orangtuanya telah membiasakan kehidupan yang disiplin dan serba teratur. Bahkan sang ayah selalu mengajari anak-anaknya bagaimana hidup dengan menghargai uang dan tak pernah memanjakan.   Saking tak ingin anak-anaknya menjadi anak manja, si ayah tak pernah memboyong Hotman kecil dan adik-adiknya ke Medan. Padahal setelah sukses dengan usaha keluarga, angkutan antarkota Bus Makmur, ayahnya juga membuka usaha armada bus miliknya sendiri yang dinamani sesuai namanya, Bintang Utara. Dan sejak itu pulalah, kepala keluarga lebih sering tinggal di Medan untuk mengurusi usahanya, sedangkan ibu tetap tinggal di Laguboti mengurusi anak-anaknya hingga tamat sekolah.   Ternyata alasan ayahnya tidak membawa Hotman dan adik-adikanya ke Medan karena suasana kota besar akan membuat mereka malas belajar. Memang dari kecil, kedua orangtuanya telah menanamkan sekolah adalah yang utama. Yang ditekan oleh keduanya adalah bagaimana anak-anaknya menjadi pintar dan bersekolah tinggi, bukan mengajari untuk bercita-cita menjadi orang kaya. Karena doktrin itulah, Hotman dan adik-adiknya selalu meraih juara kelas, sejak SD hingga lulus SMU.   Usai menamatkan SMA, Hotman dikir

Hotman Pari Hutapea lahir di sebuah desa kecil di Tapanuli Utara. Meski berasal dari keluarga yang cukup berada, namun kehidupannya semasa kecil terbilang sederhana meski bersahaja. Karena sejak kecil, kedua orangtuanya telah membiasakan kehidupan yang disiplin dan serba teratur. Bahkan sang ayah selalu mengajari anak-anaknya bagaimana hidup dengan menghargai uang dan tak pernah memanjakan.

Saking tak ingin anak-anaknya menjadi anak manja, si ayah tak pernah memboyong Hotman kecil dan adik-adiknya ke Medan. Padahal setelah sukses dengan usaha keluarga, angkutan antarkota Bus Makmur, ayahnya juga membuka usaha armada bus miliknya sendiri yang dinamani sesuai namanya, Bintang Utara. Dan sejak itu pulalah, kepala keluarga lebih sering tinggal di Medan untuk mengurusi usahanya, sedangkan ibu tetap tinggal di Laguboti mengurusi anak-anaknya hingga tamat sekolah.